Dalam bulan Dzulhijjah berkurban menjadi sebuah ibadah bagi Muslim yang tidak melaksanakan haji dan memiliki kemampuan untuk berkurban. Ibadah ini memiliki banyak keutamaan dan manfaat bagi Muslim yang melaksanakannya. Apalagi bagi umat Muslim yang menyisihkan rezekinya untuk berkurban.
Dalam salah satu riwayat Imam Tirmidzi, keutamaan besar dari berkurban adalah penghapusan dosa. Nabi Muhammad SAW bersabda seorang Muslim yang berkurban dengan ikhlas dan tulus akan mendapatkan penghapusan dosa-dosanya yang telah lewat.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan Al-Bazzar, “Wahai Fatimah, berdirilah di sisi qurbanmu dan saksikanlah ia, sesungguhnya tetesan darahnya yang pertama itu adalah pengampunan bagimu atas dosa-dosamu yang telah lalu.” (HR. Imam Tirmidzi)
Berkurban juga membawa manfaat mendapat pahala yang besar dari Allah SWT. Dalam beberapa hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa pahala berkurban dilipat gandakan oleh Allah SWT. Bahkan sehelai bulu hewan kurban itu memberikan pahala.
Dalam satu riwayat dari Zaid bin Arqam, sahabat berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka bertanya, “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah SAW menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan. “mereka menjawab: ”Kalau bulu-bulunya? “ Rasulullah SAW menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Selain membawa keutamaan dari Allah SWT, berkurban juga membawa manfaat bagi lingkungan sekitar. Dengan berkurban umat Muslim belajar untuk peduli terhadap sesama. Daging kurban yang diberikan kepada Muslim yang membutuhkan, dapat mempererat tali persaudaraan, mengurangi kesenjangan sosial, dan membantu meringankan beban hidup sesama Muslim.
Berkurban merupakan amalan yang dilakukan oleh para Nabi dan Rasul, seperti Nabi Ibrahim AS dan Nabi Muhammad SAW. Dengan menyisihkan rezeki untuk berkurban, berarti sama dengan mengikuti jejak mereka dan mendapatkan pahala yang besar.
Dengan menyisihkan rezeki untuk berkurban, rezeki yang kita dapatkan akan menjadi berkah. Karena dengan berkurban membuat kita belajar untuk tidak mencintai dunia secara berlebihan. Kita bisa menempatkan rezeki yang kita dapatkan bukan hanya milik kita saja, namun harus diberikan manfaatnya kepada umat Islam yang lain.
Kurban juga menjadi bekal untuk Muslim di hari akhir. Dengan ini Muslim dapat menyisihkan rezeki yang ada di dunia untuk digunakan untuk hari akhir. Tapi hanya bagi Muslim yang melaksanakan qurban dengan ikhlas dan karena Allah, bukan berkurban karena mengejar pujian.
” Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S. Al Hajj:37)
Dalam Al-Qur’an orang yang berkurban dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan ketakwaan serta kesalehan diri. Allah SWT berfirman,
“Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.” (Q.S. Al-Kautsar : 2).
Hukum berkurban merupakan sunnah muakkadah. Sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh setiap Muslim yang memiliki kelebihan dalam rezekinya. Menyisihkan rezeki untuk berkurban sangat dianjurkan. Apalagi berkurban dapat memiliki manfaat dan banyak keutamaan baik di dunia maupun di akhirat. Selain itu berkurban juga mengajarkan saling berbagi terhadap sesama dan membangkitkan kepedulian sosial.
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar